Sabtu, 09 Januari 2010

MERAJUT CINTA DAN KESOMBONGAN

DI hari ini  mentari tertutup awan hitam tebal.  seakan tau akan rasa  gelisah hati ini,  saat sang mentari tak lagi tersenyum tertutup oleh hitamnya awan,  mungkin harikan segera hujan dan benar tak seberapa lama air turun  bagai di tumpahkan dari langit,  terdegar sang guntur berteriak keras,  seketika  hatiku tersentak bagai  luka tersayat dan terkoyak,  bagai daging yang teriris pedih .diri ini membisu tanpa kata , seakan hilang rasa,  hidup pun enggan
mati pun tak berarti seolah cahaya hilang enggan datang ke jiwa-jiwa  ini saat tubuh merasa berat tuk
melangkah dan  berpijak setapak demi setapak  langkah  jiwa tuk memahami arti kehancuran dan luka hati.


Andai jiwa ini dapat memilih diantara cinta dan kesombongan , di antara keduanya terasa bagai air dan minyak yang tak dapat menyatu dan mungkin ketika kucoba tuk memahami arti dari sebuah cinta dan kesombongan di mana  hanya jiwa ini mendapat  luka dan kehancuran dan tak terasa butir butir air mata ini mulai membasahi pipi yang tak dapat aku bendung
dan aku berfikir  masih adakah tempat yang mampu membuat hati ini merasa  damai dan jiwa ini sadar aku patut untuk kau tinggal.
keangkuhan jiwa ini dapat menggambarkan egoisme,yang dapat mendorong urat-urat nafsu tuk menguasai diri
terdampar ke dalam jurang nista yang amat dalam.  namun jiwa ini sadar akan kenistaan- kenistaan  dalam kehidupan akankah datang keajaiban keajaiban dari sang pencipta alam.  saat jiwa-jiwa ini merasa leah dalam menopang dan menjalani kehidupan yang seakan datang coban coban bagai butiran butiran debu hitam kehidupan yang tak akan hilang dan terkikis oleh waktu.  namun lelahnya jiwa ini menghantar kaki kaki ini berjalan dalam keberanian mantap tiada tergoyahkan seakan pulang degan jiwa jiwa yang terasa membawa  bekal yang pasti dan seongok kesombongan terkungkung  dalam genggaman tangan dan tiada sadar jiwa ini membalut kesombongan dan kepura-puraan  ingin paling benar sendiri, seolah-olah tiada benar selain jiwa yang terkungkung ini dan yang lain tiada arti.

Tiada pernah jiwa-jiwa ini merasa terlintas dalam otak dan terpikir dalam benak jiwa ini dan terbenam dalam
rajutan-rajutan hati nurani yang suci.  bahwa diatas lagit masih ada lagit, saat jiwa ini merasa  terbagun dari mimpi- mimpi yang mengusik langkah jiwa ini,  tersentak hati dalam seakan bagaikan tersambar seribu guntur tuk menyadarkan diri  bahwa sesungguhnya kesombongan  dan kenistaan itu tida arti. jiwa ini kini mulai mencoba dan belajar melatih memaknai jalur hambatan dalam kehidupan sucikan jiwa-jiwa terkoyak dari api nista di hati degan seluruh daya upaya yang menggelora mendaki kepuncak kesucian hati nurani.   degan seutas tali dawai -dawai kehidupan memaknai hitam, merah, kuning dan putih jiwa -jiwa yang terkungkung oleh seongok kesombongan yang bersimulasi menjadi kenistaan. kan ku taklukan satu persatu dan dengan jiwa merasa terkungkung ini akan mencoba taklukkan arti cinta dan kesombongan bagai rajawali terbang tinggi mengarungi angkasa nan biru

15 komentar:

  1. artikel yang sangat mencerahkan sahabat

    BalasHapus
  2. ini kata2nya tingkat tinggi nih.. kayak aku gini... masih kurang pinter mengartikannya.. :D

    BalasHapus
  3. jiwa2 yg dapat menyadari kesombongan dan kenistaan yg telah dilakukan adalah jiwa yg terpanggil dan pasti pada akhirnya dapat menaklukkan itu semua...

    BalasHapus
  4. the older the wiser...seiring bertambahnya usia, kedewasaan seseorang semakin menguat, disitu kesadaran untuk menjadi sosok yang lebih baik semakin kentara, sehingga sifat-sifat buruk mulai ditinggalkan, perilaku bijak mulai ditekankan, karena orang semakin dituntut untuk memberikan tauladan bagi generasi berikutnya....

    Tulisan yang baik Mas!

    BalasHapus
  5. mencintai memang harus menepis ego...

    iya mas, benar :)

    BalasHapus
  6. hebat neh artikelnya, kata demi kata kalimat demi kalimat tersusun begitu indah & rapih, membuat hati ini hanyut dalam membacanya...
    sukses selalu n tetap semangat.

    "kalau kau ingin dicintai, cintailah orang lain dan jadilah orang yang dapat dicintai"

    BalasHapus
  7. BAGAIMANA CARA BUAT KOMENTAR SEPERTI ANDA

    BalasHapus
  8. wah...bahasa tingkat tinggi ni :)

    BalasHapus
  9. ehmmm... aku suka banget dengan filosofi di atas langit masih ada langit....

    BalasHapus
  10. kata-katanya berapi-api penuh semangat
    tapi tanpa titik, koma nyambung terus jadi bingung...hehe...

    BalasHapus
  11. semangat ya...
    belajar mencintai dan dicintai seperti adanya.

    BalasHapus
  12. hehehee...kesombongan itu harus ditaklukan

    BalasHapus
  13. artikel nya keren deh ... ^^

    BalasHapus
  14. wah kayaknya sakit hati..heheheheh

    BalasHapus

InnocentYellSmileWinkCryCoolFrownKissLaughingSurprisedSealedEmbarassedMoney mouthTongue outFoot in mouthUndecided