Aku di lahirkan dari dua nyawa yang terpisah .nyawa seorang pria dan nyawa seorang wanita.
saat ke dua nyawa saling menyatu dalam ikatan nafsu dan cinta .
Senin, 17 Januari 2011
Selasa, 11 Januari 2011
Gunung Merapi yang Menjulang Dan Mistis
Hari masih gelap ketika saya mebuka mata, kira-kira sekitar pukul lima pagi. Rasanya tak ingin beranjak dari kenyamanan tempat tidur, namun dinginnya udara pagi yang menusuk tulang pun tak mampu menghalangi kami untuk menjemput sang mentari di ufuk timur
Label:
coretan
Minggu, 09 Januari 2011
LUBANG KERINDUAN DUA
Saat mentari tersenyum di balik awan tipis putih dan bermanja di antara sapaan pagi,
namun gelap masih terasa bagi anak lelaki, yang kini telah menjadi sosok pemuda.
sinar mentari di pagi itu tak terrasa dapat menerangi dan tak memberikan kehidupan dan harapan.bagi ke luarga kami
namun gelap masih terasa bagi anak lelaki, yang kini telah menjadi sosok pemuda.
sinar mentari di pagi itu tak terrasa dapat menerangi dan tak memberikan kehidupan dan harapan.bagi ke luarga kami
Label:
coretan
Senin, 20 Desember 2010
KERASNYA KOTA
Asap yang pekat kendaraan datang menghiasi.Beberapa pengendara roda dua.dengan sigap menutup muka dengkan tangan guna menutupi wajah dari pekat asap kejam dari pantat bus kota.
Kamis, 02 September 2010
Mudik ASYIK bersama keluarga
Mudik menggunakan sepeda motor bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan, tapi bila tidak disiapkan dengan baik maka mudik dengan menggunakan sepeda motor bisa juga menjadi malapetaka, berikut kiat-kiat yang bisa dilakukan pemudik yang akan menggunakan sepeda motor.
Berikut ini beberapa langkah persiapan Mudik yang aman dengan sepeda motor :
Berikut ini beberapa langkah persiapan Mudik yang aman dengan sepeda motor :
Minggu, 08 Agustus 2010
LUBANG KERINDUAN
Seperti kota-kota yang lain, ketika ”revolusi dan ideologi” dipuja bagai dewa, langit kota kecil itu pun selalu menyala. Seperti siang itu, bendera dan panji-panji partai berkibar-kibar, diiringi sorak-sorai. Bagai tepung terigu ditebah angin, debu mengepul di jalanan. Aroma kemarau bercampur bau keringat diisap ribuan orang. Mereka mengelu-elukan pawai para pemuda yang berderap-derap. Wajah para pemuda itu tampak mengeras, kaku seperti baja. Tangan mereka terkepal. Kata-kata ”revolusi”, ”ganyang nekolim”, ”hidup Nasakom”, dan yel-yel lain pun berloncatan penuh tanda seru.
Label:
coretan
Sabtu, 19 Juni 2010
MELAHIRKAN KEMISKINAN
Asap yang pekat kendaraan datang menghiasi.Beberapa pengendara roda dua.dengan sigap menutup muka dengkan tangan guna menutupi wajah dari pekat asap kejam dari pantat bus kota.
Langganan:
Postingan (Atom)