Ketika pagi masih separuh tumbuh dan menggeliat menoreh pahatan kilau cahaya diatas daun yang masih bertabur embun kami berangkat ke Gedung Komnas HAM.Mobil pun terus melaju, menembus desa demi desa. mobil berjalan lurus.dan Sepanjang perjalanan, kami terdiam. Kulihat puluhan atau ratusan pohon melintas-lintas di kaca jendela. tampak wajah bunda sedikit keriput di makan usia, di jidat ibu tapak keringat yang bercucuran basahi kulit keriputnya dan ku berfikir perasan ku seakan menyatu merasakan betapa berat beban buda, yang harus di pikulnya. Sejak ajal ayah datang
Sabtu, 06 Agustus 2011
Rabu, 13 Juli 2011
CERMIN UNTUK YANG DUDUK DISANA
Ketika bayang bayang kehidupan menjelma menjadi sekuntum gumpal hitam, dosa manusia yang tak sadar akan bejatnya nafsu setan ataukah nafsu iblis setengah manusia
yang mengalir akan rakusnya harta dan ambisi penguasa akan tahta dan kedudukan di dunia
yang mengalir akan rakusnya harta dan ambisi penguasa akan tahta dan kedudukan di dunia
Label:
coretan
Senin, 07 Februari 2011
AKU BUKAN PILIHAN
.Aku si manusia yang tersisih dan aku hidup dari kerasnya jalanan di kota yang dianggap mati .
namun aku adalah aku yang terperangakap dalam lubang jahanam
namun aku adalah aku yang terperangakap dalam lubang jahanam
Label:
cortan
Senin, 17 Januari 2011
LEMBAH LAKNAT YANG SURAM
Aku di lahirkan dari dua nyawa yang terpisah .nyawa seorang pria dan nyawa seorang wanita.
saat ke dua nyawa saling menyatu dalam ikatan nafsu dan cinta .
saat ke dua nyawa saling menyatu dalam ikatan nafsu dan cinta .
Label:
CERPEN
Selasa, 11 Januari 2011
Gunung Merapi yang Menjulang Dan Mistis
Hari masih gelap ketika saya mebuka mata, kira-kira sekitar pukul lima pagi. Rasanya tak ingin beranjak dari kenyamanan tempat tidur, namun dinginnya udara pagi yang menusuk tulang pun tak mampu menghalangi kami untuk menjemput sang mentari di ufuk timur
Label:
coretan
Minggu, 09 Januari 2011
LUBANG KERINDUAN DUA
Saat mentari tersenyum di balik awan tipis putih dan bermanja di antara sapaan pagi,
namun gelap masih terasa bagi anak lelaki, yang kini telah menjadi sosok pemuda.
sinar mentari di pagi itu tak terrasa dapat menerangi dan tak memberikan kehidupan dan harapan.bagi ke luarga kami
namun gelap masih terasa bagi anak lelaki, yang kini telah menjadi sosok pemuda.
sinar mentari di pagi itu tak terrasa dapat menerangi dan tak memberikan kehidupan dan harapan.bagi ke luarga kami
Label:
coretan
Senin, 20 Desember 2010
KERASNYA KOTA
Asap yang pekat kendaraan datang menghiasi.Beberapa pengendara roda dua.dengan sigap menutup muka dengkan tangan guna menutupi wajah dari pekat asap kejam dari pantat bus kota.
Langganan:
Postingan (Atom)